Belajar adalah merubah sikap dan prilaku ke arah yang lebih baik, berubah dari tidak tahu menjadi mengerti dan paham atau yang tadinya tingkahlakunya kurang baik menjadi berprilaku baik. Tidak semua perubahan sikap dan tingkah laku bisa disebut belajar, tetapi sikap dan tingkah laku ke arah kebaikanlah yang dapat disebut dengan belajar. Tujuan belajar untuk setiap orang tentu saja tidak sama tergantung dari niat si pembelajar sendiri, ada yang berniat hanya sekedar tahu saja, ada yang sekedar untuk perbandingan saja tetapi yang jelas belajar adalah sebuah proses.
Proses ini memerlukan banyak faktor pendukung, seperti:
1. Tujuan belajar
2. Pengetahuan awal sebelum belajar
3. Suasana pada waktu belajar termasuk kapan waktu belajar
4. Sumber belajar ( guru, buku atau media pandang dengar atau audiovisual)
5. Hasil akhir yang diharapkan
Jika faktor pendukung sudah diketahui, proses belajar dapat dimulai, tetapi perlu diingat semua faktor saling terkait atau memiliki keterkaitan satu dengan yang lain.
Cara belajar anak-anak dan orang dewasa tentu tidak sama. Anak-anak belajar biasanya bukan berasal dari dalam dirinya sendiri, tetapi tergantung motivasi atau rangsang dari luar, misalnya orang tua, tetapi untuk anak remaja biasanya mereka sudah bisa memilih untuk belajar sendiri sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Cara belajar orang tua tergantung dengan apa yang mereka butuhkan, jika mereka (orang tua) diajarkan hal-hal yang mereka kurang suka biasanya hasilnya kurang memuaskan, tetapi jika materi yang mereka pelajari adalah sebuah kebutuhan, mereka akan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menguasainya dengan menggunakan berbagai cara, misalkan bertanya kepada teman, mencari bahan rujukan buku, internet bahkan bila perlu bertanya kepada mereka yang usianya berbeda jauh dengan mereka, hal itu tidak mereka masalahkan yang penting orang tua tersebut paham dan mengerti dengan apa yang dipelajarinya.
Ilmu untuk mengajar anak-anak disebut pedagogi sedangkan ilmu untuk mengajar orang tua disebut andragogi.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjalan sangat pesat bahkan ada yang menyebutnya terjun bebas, cara belajarpun ikut berkembang. Anak-anak pra sekolah belajar dari gambar dan anak-anak kelas pemula juga buku sekolahnya dihiasi dengan gambar ilustrasi yang dapat memudahkan mereka belajar, hal ini tentu saja cukup baik tetapi penguasaan mereka terhadap perbendaharaan bahasa atau kebahasaan perlu diperhatikan. Dunia industri tidak mau ketinggalan, mereka membuat alat-alat produksi seperti hp cukup dengan menggunakan gambar-gambar saja (icon), toh anak-anak dapat lebih cepat menguasainya dibandingkan orang tua, dan buku-buku petunjuk penggunaan alat-alat produk dibubuhi gambar cara pengoperasiannya dari tahap ketahap agar pembeli mudah untuk mengoperasikan alat tersebut. Gambar bisa bercerita dan gambar juga bisa membuat orang terpengaruh, semua itu tergantung tujuannya. semoga anak-anak kita tidak mengkonsumsi gambar-gambar yang kurang pantas untuk dilihat. Nauzubillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar